Dampak Buruk Penggunaan Ponsel untuk Remaja

Kecanggihan teknologi bukan hanya memberi dampak positif untuk banyak orang. Namun, perlu diwaspadai pula ada dampak negatif yang perlu dicermati.

Apalagi saat ini, banyak para remaja menjadi pengguna gadget canggih seperti ponsel. Rata-rata dari mereka paling sering melakukan komunikasi melalui ponsel dengan berkirim pesan singkat melalui SMS. Penelitian terhadap hampir 1.000 remaja berusia antara 14 dan 19 tahun di Texas, AS, bahkan menemukan bahwa remaja di usia dini paling banyak yang memanfaatkan SMS untuk memberikan informasi soal seks.

Dan yang paling mengkhawatirkan, hampir 28% dari usia mereka mengakui bahwa, melalui sarana elektronik tersebut, mereka telah mengirimkan gambar telanjang pribadi pada orang lain. Sementara 31% remaja lainnya mengatakan, mereka telah meminta dikirimi gambar telanjang, 57% juga mengatakan mereka diminta untuk mengirimkan pose syur mereka pada seseorang.

Seperti dikutip laman Times of India, Minggu, 12 Agustus 2012, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis ini juga menemukan bahwa pengguna ponsel pintar pada remaja lebih mungkin untuk melaporkan berbagai hal berbau seksual dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang tidak menggunakan ponsel. Dan yang paling parahnya, anak perempuan  setidaknya, lebih berisiko melakukan  perilaku seksual akibat pengaruh penggunakan teknologi canggih ini.

“Meski penggunaan ponsel mendorong perilaku negatif, sebaliknya, kami menemukan remaja umumnya terganggu saat diminta untuk mengirim gambar telanjang. Bahkan, hampir semua anak perempuan  merasa terganggu,” kata penulis penelitian, Jeff Temple dari International University of Medicine.

Stigma Pergaulan

Para peneliti juga menemukan bahwa remaja yang mempergunakan ponsel untuk hal-hal negatif seperti berkirim pesan seks, lebih mungkin untuk terlibat dalam kegiatan seksual dalam kehidupan nyata.

Untuk anak perempuan remaja, pesan berbau seks bisa jadi tanda bahaya yang menunjukkan adanya risiko perilaku seksual. Bahkan bisa juga melebar hingga penggunaan obat-obatan terlarang sebelum terjadinya hubungan seks atau memiliki banyak pasangan.

Mungkin anak laki-laki, yang memanfaatkan teknologi canggih ini untuk membicarakan soal seks masih bisa dipandang sebagai hal normal dan positif, tapi bagi gadis remaja, hal itu bisa mengganggu stigma pergaulan.

Mereka remaja wanita yang berani melakukan perilaku ini, seperti mengirim pesan seks ataupun gambar telanjang pribadi, justru, bisa menghancurkan reputasi mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s